By: Angga Reja Fadlie
An International Relation Student
Mulawarman University, Samarinda Tulisan ini merupakan catatan saya tentang Politik Internasional, karena berhubung besok saya UTS mata kuliah POLINTER jadi saya masukan semua catatan saya ke dalam tulisan ini. Semoga tulisan ini dapat membantu anda :D
Politik Internasional / POLINTER adalah hasil/reaksi politik antar negara, yang mana jika tidak dibalas disebut polugri, tapi jika dibalas disebut POLINTER.
Beberapa pendekatan mengenai Polinter:
- Pendekatan Realis : Menurut kaum realis, manusia dikatakan Cerdas, karena ingin menguasai semuanya. Intinya adalah penggunaak power untuk mencapai kekuasaan Struggle for Power, tidak mengindahkan norma.
- Pendekatan Idealis : Penggunaan norma-norma yang ditaati, seni untuk mencapai sesuatu yang penting.
- Pendekatan Marxis : Pendekatan tingkah laku karena adanya ketidak adilan sosial. Klasifikasi kelas antara pemilik modal dan pekerja.
- Scientist : Didekati dengan maksud melaporkan apa adanya.
Sistem Politik Internasional
dapat dirumuskan sebagai suatu himpunan kesatuan kesatuan politik yang merdeka, suku bangsa, negara-kota, bangsa
atau kerajaan yang cukup sering berinteraksi dan mengikuti proses yang teratur.
atau kerajaan yang cukup sering berinteraksi dan mengikuti proses yang teratur.
Tema utama dalam Sistem Politik Internasional
- Aktor internasional yang paling signifikan
- Distribusi kekuasaan diantara aktor
- Level dan skop interaksi
- The norm of behaviour
- Non human factor and natural resources
Karakteristik Sistem
- Aktor dalam sistem : National actor, Supranational actor, Transnational actor
- Jumlah sistem kutub
- Distribusi power asset
- Norms of behaviour
- Karakteristik geografis
- Skop dan level interaksi
Beda aliansi dan koalisi
- Aliansi : pertahanan dan keamanan
- Koalisi : ekonomi dan politik
Faktor penyebab perubahan sistem
- Perubahan jumlah kekuatan dari aktor aktor besar
- Perubahan teknologi
- Faktor domestik
- Transisi antara sistem
Berlangsungnya sebuah sistem antara lain :
A. Multipolar Sistem
- Berdiri banyak kekuatan besar
- Terjadi pergantian aliansi Tercepat
- Interest dengan kepentingan negara
Rule Of The Game:
- Terjadi pengingkatan kekuatan, namun diupayakan nego daripada penggunaan power
- Jika terjadi perang itu merupakan bentuk peningkatan kekuatan
- Jika terjadi perang diupayakan berakhir singkat dengan menstabilisasi: sistem, merusak/menghancurkan aktor lain
- Melawan aktor aliansi lain dengan tujuan balancing sistem menjadi lebih utama
B. Bipolar sistem
- Ditandai oleh 2 aktor / equal (kondisi sejajar)
- Meskipun ada aktor penting lain dianggap netral dan tidak mengancam, eksis pada masa PD II dan perang dingin
Rule of The Game:
- Berusaha menghilangkan blok lainnya
- Perang dimungkinkan untuk mengeliminasi blok lainnya
- Peningkatan kekuatan relatif untuk blok lain
- Berupaya mengajak, memperbaru dan mencegah untuk masuk blok lain
- Non blok sebagai mediator dan mengurangi bahaya perang antara 2 blok
C. Unipolar sistem (zaman kekaisaran roma)
- Hanya ada 1 aktor dominan
- Negara boleh menjadi dominan bagi negara lain dan membangun kekuatan universal
Rule of The Game:
- Standar kegiatan / pergerakan yang berakibat terhadap sistem diatur secara terpusat
- Central power mendominasi bahkan memonopoli militer dan ekonomi
- Menempatkan aktor sub koordinat yang mengatur unit unit dibawahnya
- Central power berusaha menghilangkan otonomi dan unit sub koordinat
D. Tripolar/Strategic--->>> Triangle System
Tidak ada pemahaman sejarah tentan tripolar, tapi interaksinya eksis sampai sekarang ditandai dengan :
- Manage a trois : tiga negara berteman
- Romantic triangle : satu aktor berteman, 2 aktor lainnya bermusuhan
- A marriage : 2 aktor berteman, 1 aktor bermusuhan dengan aktor ketiga
- A unit vero triangle : ketiganya saling bermusuhan
posisi ideal suatu negara adalah "pivot player"(penengah) yang A marriage triangle (gabungan antara Romantic triangle dan A marriage) yaitu 2aktor berteman dan keduanya bermusuhan dengan yang lainnya.
E. Polyarchal system
Poliarchal 1:
- Nation state
- Sub national Group
- Transnational specipic interest
- Masyarakat saling berlomba-lomba loyal secara individual
- Keinginan untuk menjadi satu-satunya sistem polinter, maka terjadi kecenderungan atau mengarah kepada integrasi dan kerjasama internasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
let's comment...