By: Angga Reja Fadlie
An International Relation Student
Mulawarman University, Samarinda
Definisi Propaganda:
- The spreading of ideas, information, or rumor for the purpose of helping or injuring an institution, a cause, or a person
- Ideas, facts,or allegations spread deliberately to further one's cause or to damage an opposing cause
- A process of appealing to emoticons rather than minds by creating fear, doubt, sympathy , ager, or variety other fellings
Propagandis berusaha semaksimal mungkin mengikuti standar resmi atau menunjukan beberapa fakta baru sebagai tendensi hasil dari propaganda tersebut.
Agar efektif, propaganda harus relevan, dapat dipercaya oleh penerima, kerap diulang, sederhana, konsisten, menarik, senantiasa selaras dengan situasi nasional
atas suasana setempat, serta samar sehingga tidak dianggap propaganda oleh mereka yang menjadi sasaran propaganda.
Propaganda cenderung berhasil jika dilakukan pada objek yang baru, ke communicator, anak muda, masyarakat yang apatis dan kelompok-kelompok yang memiliki kesamaan ide atau tujuan.
Propaganda dapat berbentuk seruan (ajakan terhadap idealisme penerima, dapat berbentuk penyampaian data factual tetapi sudah dibiaskan dengan jalan pemilihan fakta "propaganda perang psikologis"
Perbedaan propaganda dengan public diplomacy:
- Propaganda : Information and mesagges put out by government agencies for the explicit purpose of influencing opinion in other countries
- Public Diplomacy : The direct public actions and statements made by political leaders and diplomats
4 Elemen dalam Propaganda:
- Communicator; dengan keinginan merubah sikap, opini dan tingkah laku orang lain
- Simbol-simbol; lisan dan tulisan atau tingkah laku yang digunakan oleh communicator
- Media komunikasi
- Target, audien
- Memperoleh/memperkuat dukungan rakyat dan negara sahabat
- Mempertajam/mengubah sikap serta cara pandang (persepsi) terhadap ide dan event tertentu
- Memperlemah/meruntuhkan pemerintahan asing
- Menetralisasi/menghancurkan propaganda tidak bersahabat dari negara atau kelompok lain
- Name calling; propagandis menyertakan simbol-simbol emosi dari tokoh suatu negara, target dipastikan bertanggung jawab, dari sudut pandang seorang propaganda.
- Glittering generality; sama halnya diatas, namun sudah menggunakan ide-ide atau kebijakan-kebijakan/tidak individual, terdapat istilah "Free world", "Social solidarity", "African soul".
- Transfer; propagandis mengidentifikasikan ide-ide, person, negara atau kebijakan satu sama lainnya agar target setuju atau tidak.
- Plain folks; karena sadar akan posisinya di muka audiens, sebagai sesuatu yang tidak asing, propagandis cenderung menyembunyikan identitasnya, mengikuti gaya hidup targetnya (gaya bicara, aksen, dll).
- Testimonial; propagandis menggunakan penghargaan terhadap seseorang /institusi untuk mendukung atau mengkritisi sebuah ide atau identitas politik.
- Selection; hampir semua propaganda menggunakan teknik lain, berdasarkan fakta-fakta propagandis hanya menggunakan fakta-fakta yang sesuai untuk menetapkan tujuannya.
- Bandwagon; suatu teknik dimana audiens diarahkan pada kondisi kekacauan, audiens diarahkan kepada kondisi minoritas, sehingga mengkritisi kondisi yang ada dan bergabung dengan propagandis, sama halnya dengan testimonial hanya berbeda dari segi jumlah massanya.
- Frustration scape goat (mengkambing hitam kan); cara termudah untuk menghasilkan kebencian dan kekecewaan.
Kesalahan dalam propaganda :
- Penyamarataan yang berlebihan; menarik kesimpulan berdasarkan satu atau dua kasus.
- kelompok kecil memasuki kerumunan; jenis khusus dari penyamarataan yang berlebihan yang melibatkan ramalan. Misalnya, jika A dikerjakan maka B akan mengikuti.
- Pendekatan pribadi; mengabaikan pokok persoalan untuk menyerang karakter pembelanya.
- Anda berbeda; pemikiran saya mungkin buruk, tetapi pemikiran anda juga sama buruknya, jadi sama saja.
- Sebab dan akibat; bila peristiwa B terjadi setelah peristiwa A, disimpulkan bahwa peristiwa B merupakan hasil dari peristiwa A.
- Analogi yang salah; A terbukti sama dengan B, walaupun sebenarnya tidak demikian.
- Orang bijak tidak mungkin salah; menyelesaikan argumentasi dengan daya tarik kekuasaan.
- Bukti tokoh; kelas tingkat tinggi, terutama yang terkenal diamerika pada waktu sekarang.
- Daya tarik terhadap orang banyak; mengubah persoalan berdasarkan praduga massa.
- Perdebatan dalam lingkungan tertentu; memaknai kesimpulan untuk membuktikkan kesimpulan itu sendiri.
- Kebenaran yang terbukti sendiri; mencoba memenangkan argumentasi dengan mengatakan bahwa "semua orang tahu bahwa itu benar".
- Hitam atau putih; membagi sebuah persoalan yang memiliki banyak aspek kedalam 2 sisi, jadi mengabaikan warna lain.
- Kesalahan berdasarkan asosiasi; mebuat sebuah identifikasi palsu di antara dua orang atau kejadian yang tidak sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
let's comment...