This blog share knowledge about International Relation issue and about my life and my friend
Minggu, 27 November 2011
aneh, ada bintang tiba-tiba hilang
Awal nya cuma duduk aja di bis, mandangin langit yg penuh bintang yg gak bisa kita lihat kalau lagi di daerah kota karena terlalu terang. nah pas aku lgi liat ke langit ada satu bintang yang terang banget ku perhatikan bintang itu, tapi anehnya bintang itu langsung hilang begitu aja dari pengelihatanku.aku sih gk bilang kalau itu Ufo atau sejenisnya, yg jeloas itu bukan pesawat. aku tau bener kalau lampu pesawat itu seperti apa cahayanya. aku masih inget bener deh kejadian aneh itu. semoga aja itu bukan sesuatu yg buruk ya, amin.
Jumat, 04 November 2011
Realisme
By: Angga Reja Fadlie
An International Relation Student
Mulawarman University, Samarinda
A. Asumsi Dasar
- Sistem internasional bersifat anarkis.
- Negara merupakan aktor utama dalam sistem internasional.
- Politik internasional adalah perjuangan untuk kekuasaan (struggle of power).
- Hubungan antar negara ditentukan kemampuan komparatif mereka di bidang militer dan ekonomi.
Menurut Morgenthau (POlitics Amongs Nations:
- Politik diatur dalam hukum objektif yang berakar dari sifat manusia.
- Konsep kepentingan yang diartikan sebagai kekuasaan (power).
- Bentuk dan sifat kekuasaan negara akan beragam dalam hal waktu, tempat dan konteks, tetapi konsep kepentingan tetap konsisten.
- Pentingnnya moral dalam tindakan politik tetapi prinsip moral universal tidak memandu prilaku negara meskipun prilaku negara memiliki imlikasi moral dan etika tertentu.
- Tidak ada prinsip moral yang diakui secara universal
- Secara intelektual, lingkup politik berbeda dengan lingkup lainnya, baik hukum, moral, dan lainnya
Kamis, 03 November 2011
Neoliberalisme
By: Angga Reja Fadlie
An International Relation Student
Mulawarman University, Samarinda
A. Asumsi Dasar
- Negara adalah aktor kunci dalam hubungan internasional, tetapi bukan satu-satunya aktor. Negara adalah aktor rasional dan instrumental, selalu berusaha memaksimalkan keuntungannya disemua bidang.
- Dalam lingkungan yang kompetitif, negara berusaha memaksimalkan keuntungan absolutnya melalui kerjasama. Perilaku rasional mengarahkannegra untuk melihat nilai dalam perilaku kerjasama. Negara-negara diasumsikan kurang tertarik dengan keuntungan yang diperoleh oleh negara lain dalam kerjasama.
- Hambatan terbesar keberhasilan kerjasama adalah penipuan dan pelanggaran kesepakatan oleh negara.
- Kerjasama bukannya tanpa masalah, tetapi negara akan menggeser loyalitasnya terhadap institusi jika dilihat menguntungkan dan
LIberalisme
By: Angga Reja Fadlie
An International Relation Student
Mulawarman University, Samarinda
A. Asumsi Dasar Liberalisme
- Prefensi negara merupakan penentu kunci perilaku negara. Prefensi ini akan berbeda satu dengan negara yang lain, tergantung faktor-faktor seperti budaya, sistem ekonomi atau sistem pemerintahan.
- Interaksi negara tidak terbatas pada politik (high politic) tetapi juga ekonomi (low politic), baik melalui perusahaan -perusahaan dagang, organisasi maupun individu
- Ada banyak kesempatan untuk bekerja sama dan pandangan yang lebih luas akan kekuasaan, seperti modal.
- keuntungan absolut bisa dicapai melalui kerjasama dan ketergantungan. Dengan itulah perdamaian dapat dicapai.
- Diantara liberalis, ada banyak perbedaan pandangan tentang beragam isu, seperti sifat manusia, penyebab perang, penempatan level analisa antara individu, negara dan institusi nasional/internasional.
- Inilah yang menyebabkan perbedaan pandangan tentang penyebab konflik dan penentu perdamaian.
B. Tokoh Liberalisme
- Richard Cobben (Human Nature)
Penyebab konflik : Intervensi negara secara domestik dan internasional menggangu tatanan alami.
Penentu perdamaian : Kebebasan individu, perdagangan bebas, kemakmuran, dan saling ketergantungan.
- Woodrow Wilson (The State)
Penyebab konflik : Sifat tidak demokratis dalam politik internasional; khususnya kebijakan luar negri dan
Langganan:
Komentar (Atom)