Jumat, 04 November 2011

Realisme

By: Angga Reja Fadlie
An International Relation Student
Mulawarman University, Samarinda


A. Asumsi Dasar
  • Sistem internasional bersifat anarkis.
  • Negara merupakan aktor utama dalam  sistem internasional.
  • Politik internasional adalah perjuangan untuk kekuasaan (struggle of power).
  • Hubungan antar negara ditentukan kemampuan komparatif mereka di bidang militer dan ekonomi.
B. 6 Prinsip Dasar Realisme Politik
Menurut Morgenthau (POlitics Amongs Nations:
  1. Politik diatur dalam hukum objektif yang berakar dari sifat manusia.
  2. Konsep kepentingan yang diartikan sebagai kekuasaan (power).
  3. Bentuk dan sifat kekuasaan negara akan beragam dalam hal waktu, tempat dan konteks, tetapi konsep kepentingan tetap konsisten.
  4. Pentingnnya moral dalam tindakan politik tetapi prinsip moral universal tidak memandu prilaku negara meskipun prilaku negara memiliki imlikasi moral dan etika tertentu.
  5. Tidak ada prinsip moral yang diakui secara universal
  6. Secara intelektual, lingkup politik berbeda dengan lingkup lainnya, baik hukum, moral, dan lainnya.
C. Konsep Utama : POWER
Morgenthau (1985: 32-33)
  • Power means man's control over the minds and actions of the other men.
  • Political power refers to mutual relations of control among holders of public authority and between the latter and the people at large.
  • Political power is a psychological relation between those who exercise it and those over whom it is exercised. it gives the former control over certain actions of the latter through the impact which the former exert on latter minds. The impact derives from three sources : the expectation of benefit, the fear of dis advantages, the respect or love for men or institutions. It maybe exerted through order, threats, the authority or charisma of man or of an office, or a combinationof any these.

Arnold Wolfers (1962: 103)
  • Power is the ability to move others or to get them to do what one wants them to do and not to do what one does not want them to do.

K.J. Holsti (1967: 160)
  • Power is the general capacity of a state to control the behaviour of others.
  • Power is a multidimensional concept consisting of (1) the act by which one actor influences another actor, (2) the capabilities utilized for this purpose, (3) the respon socilited.

D. Kritik Realis Terhadap Idealisme
  • Tidak ada keselarasan kepentingan (harmony of interest) antar bangsa, karena antar negara-bangsa sering memiliki tujuan-tujuan nasional yang berkonflik, bahkan beberapa diantaranya mengarah pada perang. Tugas negarawan adalah meminimalisir konflik antar manusia.
  • Prospek perubahan sistem internasional secara mendasar dan dramatis tidak besar, karena sistem internasional dibentuk oleh sejumlah kekuatan yang beberapa diantaranya tidak berubah dan tidak dapat diubah.
  • Sifat manusia pada dasarnya tetap atau setidaknya tidak mudha berubah, dan sifat manusia  tidak baik dan tidak sempurna, dan tujuannya adalah mencari kekuasaan.
  • Sulitnya mencapai perdamaian melalui hukum dan organisasi internasional atau dengan pemerintahan dunia, perlu ada manajemen kekuasaan, seperti balance of power untuk mencegah munculnya hagemon.

E. Tokoh-Tokoh Realisme
  1. E.H. Carr
  2. H.J. Morgenthau
  3. Reinhold Niebuhr
  4. Nicholas Spykman
  5. Frederick Schuman
  6. George Kenan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

let's comment...