Kamis, 03 November 2011

Neoliberalisme

By: Angga Reja Fadlie
An International Relation Student
Mulawarman University, Samarinda

A. Asumsi Dasar
  • Negara adalah aktor kunci dalam hubungan internasional, tetapi bukan satu-satunya aktor. Negara adalah aktor rasional dan instrumental, selalu berusaha memaksimalkan keuntungannya disemua bidang.
  • Dalam lingkungan yang kompetitif, negara berusaha memaksimalkan keuntungan absolutnya melalui kerjasama. Perilaku rasional mengarahkannegra untuk melihat nilai dalam perilaku kerjasama. Negara-negara diasumsikan kurang tertarik dengan keuntungan yang diperoleh oleh negara lain dalam kerjasama.
  • Hambatan terbesar keberhasilan kerjasama adalah penipuan dan pelanggaran kesepakatan oleh negara.
  • Kerjasama bukannya tanpa masalah, tetapi negara akan menggeser loyalitasnya terhadap institusi jika dilihat menguntungkan dan memberikan negara kesempatan untuk mengaman kan kepentingan nasionalnya.

B. Pandangan Terhadap Institusi dan Rejim
      1. Institusi
            Adalah seperangkat aturan dan praktek yang tetap dan terhubung yang menentukan peran, batasan aktivitas dan bentuk pengharapan aktor. Institusi bisa berupa organisasi, agen birokratis, traktat dan kesepakatan, praktek-praktek informal yang diterima negara sebagai ikatan.
      2. Rejim
            Adalah insstitusi sosial yang didasari aturan, norma, prinsip dan prosedur pembuatan keputusan keputusan yang disepakati. Dasar-dasar tersebut mengatur interaksiberagam aktor, negara dan non-negara, dalam lingkup-lingkup tertentu seperti lingkungan dan HAM.

C. Robert O. Keohane dan Joseph S.Nye
4 karakteristik Complex Interdepedence:
  1. Meningkatnya hubungan aktor antar negara dan non-negara.
  2. Sebuah agenda baru isu hubungan internasional tanpa membedakan "low & high politics".
  3. Pengakuan multi jalur interaksi antar aktor yang melintasi batasan-batasan nasional.
  4. Menurunnya keyakinan terhadap kekuatan militer sebagai alat negara.
Asumsi Realis yang dikritik oleh NeoLiberalisme dalam Comlpex Interdependence:
  1. Negara adalah unit-unit koheren dan aktor dominan dalam hubungan internasional.
  2. Kekuatan/paksaan adalah instrumen yang bisa digunakan & efektif.
  3. Ada hierarki dalam politik internasional.
D, Kritik Neoliberalisme terhadap realisme
  1. Dalam pilitik internasional, ada multi jalur yang menghubungkan masyarakat dalam sistem negara West Phalia konvensional yang diperluas. Kondisi initermanifestasidalam beragam bentuk, dari ikatan-ikatan pemerintah informal hingga organisasi & perusahaan multinasional. Melalui jalur-jalur ini, perubahan politik terjadi, bukan melalui hubungan antar negara yang terbatas seperti yang dibanggakan realis.
  2. Tidak ada hierarki isu, artinya tidak hanya masalah persenjataan dalam kebijakan luar negri yang menjadi agenda tertinggi, tetapi ada sejumlah besar agenda yang berbeda yang mengemuka. Garis antara kebijakan domestik dengan kebijakan luar negri menjadi kabur, sehingga tidak ada agenda yang jelas dalam hubungan antar negara.
  3. Penggunaan kekuatan militer tidak dijalankan ketika saling ketergantungan sempurna menang. Ide yang dikembangkan adalah bahwa negara dimana saling ketergantungan sempurna ada, peran militer dalam diskusi penyelesaian masalah ditiadakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

let's comment...